Kelompok 59 KKN-P UMSIDA Mengunggah Kembali Gairah Belajar Siswa Dengan Bimbel Asik

Tak terasa pandemi Covid 19 di Indonesia sudah berlangsung selama satu tahun. Banyak aktivitas masyarakat yang terganggu. Hal ini juga dirasakan oleh para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Kelompok 59 yang mengikuti Kegiatan KKN di desa Kebonagung Porong. Meskipun begitu, mereka tetap menjalankan program demi program dengan gigih. Salah satunya dengan mengamalkan program bimbingan belajar yang mereka galakkan guna membantu para siswa kelas 1-6 SD yang kini sedang menjalankan sekolah dari rumah dalam mengerjakan tugas tugas mereka. Program bimbingan belajar ini berlangsung selama dua jam, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Kegiatan bimbingan belajar ini pun disambut baik oleh Bapak Tamin, selaku Ketua RT 33 desa Kebonagung, Porong.

Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, para anak- anak di RT ini sangat antusias mengikuti program bimbingan belajar. Antusiasme dari anak-anak ini lah yang semakin membuat para mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 59 ini semakin bersemangat dalam memberikan ilmu nya. Materi yang diajarkan juga sesuai dengan yang diterima disekolah, seperti jarimatika, perkalian dasar dan masih banyak lagi. Kegiatan bimbingan belajar ini dilakukan selama tiga hari dalam seminggu. Hal ini, dikarenakan menghargai kebijakan pemerintah desa yang sedang menerapkan PPKM Mikro guna menanggulangi dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19 di desa ini.

Program bimbingan belajar ini pun juga menuai pujian dari para orang tua siswa. Menurut Ibu Kholifah (Salah satu orang tua dari siswa) “Kegiatan ini cukup membantu meringankan para orang tua dalam mengajar anaknya. Selain itu, kegiatan ini juga dinilai mampu menumbuhkan kembali semangat belajar para siswa yang mulai patah semangat akibat terlalu lama belajar dengan menggunakan metode daring”.

Dalam proses pembelajarannya, mahasiswa yang tergabung dikelompok 59 ini juga turut serta mengajarkan kebudayaan Sidoarjo yang mulai ditinggalkan, norma sosial dan nilai keagamaan yang berlaku di desa ini. “Kakak kakaknya baik, dia cukup terbantu dalam mengerjakan tugas sekolahnya. Karena selama ini dia hanya menerima tugas tugas dan hanya menyaksikan materi melalui video dan juga buku LKS yang diterimanya. Namun, setelah ada bimbel ini dia merasa jelas karena ada yang menjelaskan materi dan juga mudah memahami.” Ujar Yenita.

Penulis : Ifanda Ilham
Program Studi : Ilmu Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo